1 – 13 April, Ujian Kompetensi Kejuruan SMK se - Malra 2019

Bupati M. Thaher Hanubun secara resmi membuka Ujian Kompotensi Kejuruan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se - Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2019.
Share it:
Penyematan tanda peserta oleh Asisten III Setda Malra,  Bernardus Rettob mewakili Bupati seusai membuka Ujian Kompetensi Kejuruan SMK Tahun 2019, Sabtu (30/3/2019)
Langgur, Dharapos.com – Ujian Kompetensi Kejuruan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se - Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2019 telah resmi dibuka Sabtu (30/3/2019).

Ujian kompetensi SMK ini akan berlangsung 1 - 13 April 2019 mendatang.

Bupati dalam arahannya yang disampaikan Asisten III Setda Malra Bernardus Rettob mengatakan pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk
akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan kepada pihak-pihak yang  berkepentingan dilaksanakan sesuai amanat Undang undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dimana penilaian hasil belajar merupakan salah satu instrumen pengendalian.

Dan sebagai  salah satu mata rantai proses pembelajaran dan penilaian sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan dan
Pemerintah.

“Penilaian hasil belajar oleh pendidik harus dilakukan secara berkesinambungan untuk membantu proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar,” urainya.

Dan yang dilakukan oleh Pemerintah, salah satunya adalah melalui ujian nasional dan ujian kompetensi  bagi siswa-siswi SMK.

“Saya perlu mengingatkan bahwa standar kompetensi kelulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan ketrampilan sehingga pendidikan tidak hanya bertugas mentransferkan pengetahuan melainkan melakukan fungsi mendidik untuk mendapat sikap dan ketrampilan peserta yang maksimal,” cetus Bupati.

Untuk itu, pendidik perlu meningkatkan kualitas pengetahuan serta mempertunjukan sikap dan perilaku positif kepada anak didiknya.

Lanjut dia, kedalam muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga SMK di Kabupaten Malra perlu mempersiapkan diri secara optimal dalam menyesuaikan diri dengan standar kurikulum nasional.

Diakui Bupati, SMK di waktu lampau, cenderung dipandang sebelah mata oleh sebagian orang.

“Namun ketika sekolah ini telah mampu menciptakan sesuatu dan menjadi harapan bangsa, maka opini itu cenderung berubah draktis,” sambungnya.

Perlu diketahui, SMK ditugaskan untuk mempersiapkan sumber daya muda yang kreatif dan siap pakai  terlebih dalam menghadapi revolusi 4.0 yang saat ini semaki bergiat.

Dijelaskan pula, SMK melahirkan banyak sekali siswa yang cakap dalam suatu disiplin ilmu  pendidikan.

Bahkan, kecakapan hidup yang diperoleh mencakup pribadi, sosial, akademik, dan vokasional yang secara komprehensif diperoleh di bangku SMK. Sehingga hal inilah yang membedakan lulusan SMK dengan lulusan SMU sederajat lainnya.

Pemerintah kabupaten Malra, tegas Bupati, sangat merespon tuntutan untuk mempersiapkan sumber daya yang ahli di bidangnya sesuai dengan keunggulan lokal seperti disektor perikanan dan kelautan serta pariwisata.

Olenya itu, diharapkan ujian kompetensi ini dapat menjadi ukuran objektif bagi pembentukan kualitas SDM yang cakap di bidangnya, sehingga lulusan SMK di Kabupaten Malra memiliki daya saing yang kompetitif dengan lulusan di daerah lainya di Indonesia.

“Saya juga harapkan agar penguji atau asessor yang dibebankan untuk menilai para siswa peserta ujian ini objektif dalam menilai. Jangan pernah subjektif,” harapnya.

Karena Pemerintah mengharapkan agar lulusan SMK benar-benar ahli dibidangnya
sehingga mampu bekerja secara optimal di tempat ia bekerja.

(dp-40)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi