Pemkab Malra Gelar Penyuluhan Kamtibmas Jelang Pemilu 2019

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) melalui Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Polres, Kodim dan Lanal setempat mengadakan penyuluhan kamtibmas pada setiap kecamatan di Pulau Kei Kecil dan Kei Besar.
Share it:
Bupati Malra, M. Thaher Hanubun, saat pemaparan materi terkait kamtibmas
Elat, Dharapos.com - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) melalui Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Polres, Kodim dan Lanal setempat mengadakan penyuluhan kamtibmas pada setiap kecamatan di Pulau Kei Kecil dan Kei Besar.

Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) serta Anggota Legislatif (Pileg) mulai dari tingkat DPR - RI, DPD, dan DPRD Provinsi hingga Kabupaten dan Kota pada April 2019 mendatang.

Sejumlah wilayah diantaranya Kecamatan Kei Kecil, Mayeuw, Kei Kecil Timur, Kei Kecil Timur Selatan,  Kei Kecil Barat, Hoat Sorbay hingga berakhir di Kecamatan Kei Besar Utara Timur.

Pantauan media ini, dalam berbagai pelaksanaa penyuluhan itu, terlihat antusias masyarakat begitu tinggi menyambut rombongan dengan penuh suka cita.

Bupati Maluku Tenggara, M.Thaher Hanubun dalam setiap kesempatan menyampaikan beberapa materi Kamtibmas.

“Saya berharap agar seluruh masyarakat dapat menjaga keamanan menjelang Pilpres dan Pileg seperti yang tersirat dalam falsafah  orang Evav yakni "AIN NI AIN" dalam bingkai Hidup Orang Basudara," harapnya.

Bupati saat pemaparan materi kamtibmas di Danar
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghilangkan berbagai perbedaan terutama yang disebabkan oleh pesta demokrasi yang telah usai yakni pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) beberapa waktu lalu dan juga yang akan diselenggarakan nantinya yakni  Pilpres serta Pileg.

“Bahwa kerukunan hidup dalam tatanan masyarakat adat mampu memberikan sebuah nilai yang berbeda serta ciri khas tersendiri bagi warga Evav,” cetusnya.

Selain itu, Bupati juga menegaskan pula bahwa begitu pentingnya menjaga harkat dan martabat wanita sebab pada dasarnya seluruh masyarakat adat Evav memiliki falsafah " Mati demi dua hal yakni, demi batas tanah dan saudara perempuan" yang tertuang dalam Hukum Larvul Ngabal yakni pada Sila ke 7 yang berbunyi " Hira Ni Entub Fi Ni, It Did Entub Fo It Did (Barang milik Orang Tetap Miliknya dan Milik Kita Tetap  Milik Kita).

“Harapan saya, masyarakat dapat terus menjaga dan melestarikan adat serta budaya yang telah ada sehingga kehidupan sosial dapat berlandaskan pada ajaran agama dan nilai-nilai tatanan adat orang Kei,” tukasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Malra, Arifin Difinubun, dalam paparan singkatnya turut mengapresiasi solidaritas dan kerukunan antar umat beragama di daerah ini yang begitu terlihat harmonis dalam hubungan sosial masyarakat selama ini.

Kasdim 1503 Malra, Udin Rasidi, saat menyampaikan materi kamtibmas
“Toleransi hidup beragama itu sangatlah penting,” cetusnya.

Dengan demikian, ia berharap setiap warga masyarakat mampu melawan perbedaan meski keyakinan dan kepercayaan dalam agama yang di anut pada masing-masing orang berbeda.

Arifin meyakini bahwa setiap masyarakat suku Kei memiliki sebuah ideologi sebagai konsep dasar hidup sosial beragama yakni nilai-nilai keagamaan dan hukum adat.

“Apabila ini terus dijaga dan dipelihara secara baik, maka akan mampu menciptakan kerukunan dalam interaksi sosial di kehidupan sehari-hari,” cetusnya.

Airifn berharap agar masyarakat tetap menjaga kerukunan hidup sosial seperti falsafah hidup  masyarakat Kei yakni, "Ain Ni Ain, Ain Fangnan Ain, Ain Betang Ain", yang dimaknai sebagai bentuk persaudaraan dalam kerukunan hidup antara berbagai suku dan agama.

Wakapolres, Kompol. Deny Ubro,  yang hadir mewakili Kapolres turut menyampaikan beberapa materi terkait Kambtibmas.

Dalam paparannya, ditegaskan bahwa gangguan kamtibmas di daerah ini sering diakibatkan konsumsi minuman keras (Miras), terutama di kalangan milenial saat ini.

"Karena itu kita semua harus menghindari miras itu," katanya secara tegas.

 Pemaparan materi kamtibmas juga disampaikan Wakapolres Malra, Kompol Deni Ubro 
Wakapolres juga mengakui gangguan kambtibmas juga dapat terjadi akibat pemanfaatan media sosial baik facebook atau yang lainnya, sehingga untuk itu dihimbau kepada para pengguna agar bijak dalam memanfaatkannya.

"Jelang Pemilu 2019, kami pihak Kepolisian dibantu TNI sigap untuk menjaga kambtibmas, dan kamtibmas ini menjadi tanggung jawab bersama,” cetusnya.

Sementara itu, Kasdim 1503 Maluku Tenggara, Udin Rasidi menyampaikan, kondisi keamanan diyakini terutama di daerah ini dapat terjaga jika masyarakat Kei menjalankan falsafaf hidup adat "Ain Ni Ain".

Falsafah hidup ini begitu kuat dan sejalan dengan Pancasila, sehingga perlu terus dipegang teguh.

"Masyarakat jangan terpengaruh dengan kegiatan yang tidak jelas yang dapat mengganggu kamtibmas, karena tentu akan berhadapan dengan aparat keamanan,” imbuhnya.

Penyuluhan tersebut di moderatori oleh Plt Kepala Kebangpol Malra Martinus Mon dan berlangsung aman dan kondusif.

Kegiatan berakhir di Kecamatan Utara Timur Desa Hollat yang dihadiri oleh seluruh pejabat dan kepala desa serta warga setempat.

(dp-40)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi