Kim Marcus: Bupati Tanimbar Lakukan Pengangkangan Demokrasi

Calon Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7, Kim Devits B Markus menyatakan kekesalannya terhadap pernyataan Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon pekan kemarin yang mengajak masyarakat di wilayah itu untuk saatnya nanti hanya memilih calon anggota DPRD Provinsi dari Tanimbar.
Share it:
Caleg DPRD  Maluku asal Dapil 7, Kim Devits B Markus 
Saumlaki, Dharapos.com -  Calon Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7, Kim Devits B Markus menyatakan kekesalannya terhadap pernyataan Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon pekan kemarin yang mengajak masyarakat di wilayah itu untuk saatnya nanti hanya memilih calon anggota DPRD Provinsi dari Tanimbar.

Kim menilai pernyataan Bupati merupakan pengangkangan demokrasi atau pembodohan demokrasi, sebab menurutnya negara melalui Komisi Pemilihan Umum telah membagi Dapil untuk mempermudah masyarakat dalam memilih para wakilnya. 

Untuk itu, setiap calon legislatif dari Dapil 7 yang meliputi Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya (MBD), memiliki hak yang sama untuk dipilih oleh rakyat tanpa ada batasan.

“Persoalan mencari dukungan adalah hak semua orang tetapi ketika berbicara mengenai sikap dan pandangan saudara Petrus Fatlolon yang adalah kepala daerah, saya menganggap bahwa dia sementara memupuk atau membenarkan dirinya tentang sebuah legitimasi untuk menumbuhkan dinasti politiknya,” kecam Kim Markus saat diwawancarai di Saumlaki, Sabtu (2/2/2019).

Pernyataan Fatlolon menurut Kim merupakan bagian dari siasat untuk membangun dinasti politik atas dasar saudara kandungnya sendiri yang sedang berproses sebagai calon anggota DPRD Provinsi Maluku.

“Selain sebagai bentuk pengangkangan atau kemunduran demokrasi, hal tersebut juga merupakan sebuah siasat dari personal Bupati dalam kepentingan politik pribadinya untuk membangun dinasti politik sebab sama-sama kita tahu bahwa saudara kandungnya pun didorong untuk mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD Provinsi dari Dapil 7. Seyogianya dia mendorong adiknya atau saudaranya yang mencalonkan diri untuk menyerap aspirasi, mencari dukungan politik di seantero Dapil dan bukan dengan membuat pernyataan yang seolah-olah melegitimasi maksud dan tujuan untuk menyuburkan dinasti politik di daerah ini,” tegasnya.

Mantan Anggota DPRD MBD ini menyarankan kepada Bupati Fatlolon untuk senantiasa memberikan proses edukasi yang benar kepada masyarakat dan tidak melegitimasi diri dengan cara-cara yang tidak benar, sehingga masyarakat memiliki kedewasaan dalam pandangan politik oleh karena kedaulatan rakyat akan menentukan kualitas pemimpin yang bisa memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Saya kira proses demokrasi ini akan berpulang ke masyarakat. Masyarakat harus cerdas dalam menelaah, melihat sepak terjang daripada calon yang dipilihnya nanti,” tambahnya.

Kim juga menyarankan kepada calon DPRD Provinsi Maluku asal Tanimbar untuk bersosialisasi dan mencari dukungan dari masyarakat di kabupaten Maluku Barat Daya sehingga tidak ada ruang bagi oknum tertentu yang sengaja memainkan isu primordial maupun sectarian yang merusak laju demokrasi.

Tentang Pernyataan Bupati

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon menghimbau kepada pimpinan parpol peserta Pemilu maupun masyarakat di wilayah itu untuk mendukung proses politik setiap putra – putri dari Kepulauan Tanimbar yang telah ditetapkan sebagai Calon Legislatif guna memperebutkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, DPR RI maupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD). 

Hal tersebut disampaikan Fatlolon dalam diskusi politik yang digagas oleh sejumlah tokoh masyarakat dan dilaksanakan di Vila and Resto Bukit Indah Saumlaki, Sabtu (26/1/2019).  

Diskusi yang diinisiasi oleh Hanock Jadera dan Agustinus Rahanwarat itu bertemakan: “Membangun masa depan politik yang lebih bermartabat” ini dihadiri oleh seluruh pimpinan Parpol peserta Pemilu, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), sejumlah Calon Legislatif, tokoh pers, dan tokoh masyarakat.

“Saya tidak bermaksud untuk merekomendasikan siapa caleg yang harus dipilih rakyat, tetapi dari 15 Parpol ini kiranya kita semua satu persepsi untuk memperjuangkan kepentingan Kabupaten MTB baik di DPRD Provinsi Maluku maupun di Pusat, termasuk DPD”katanya saat itu.

Dijelaskan, bila putera-puteri Tanimbar yang akan didukung oleh masyarakat diwilayah itu maka sesungguhnya mereka akan mengabdi seutuhnya untuk masyarakat di kabupaten kepulauan Tanimbar. Bupati mencontohkan pengalaman yang diperoleh saat dirinya memperjuangkan kepentingan daerah namun tidak memperoleh dukungan yang maksimal sesuai dengan harapan dan kebutuhan daerah dari para wakil rakyat di tingkat provinsi maupun di Senayan.

“Akhirnya saya berkesimpulan bahwa lebih baik kita dukung putera-puteri kita yang saat ini maju sebagai Caleg sehingga mereka bisa menjadi duta-duta kabupaten Kepulauan Tanimbar di provinsi, DPD maupun di DPR RI sehingga kita punya jalur komunikasi sampai disana”tukasnya.

(dp-45)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi