Dispar Kepulauan Tanimbar Siap Kembangkan 2 Kawasan Wisata

Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KT) dalam rencana strategisnya tahun ini akan mengembangkan dua kawasan wisata di daerah itu.
Share it:
Kawasan wisata agro Danau Lorulun di Desa Lorulun,  Kecamatan Wertamrian, Kepulauan Tanimbar
Saumlaki, Dharapos.com - Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KT) dalam rencana strategisnya tahun ini akan mengembangkan dua kawasan wisata di daerah itu.

Keduanya masing-masing kawasan wisata agro Danau Lorulun di Desa Lorulun, Kecamatan Wertamrian dan Pulau Matakus di Kecamatan Tanimbar Selatan.

"Dalam tahun ini, kita prioritas kawasan Danau Lorulun karena pada 2018 lalu kita telah mengerjakan beberapa infrastruktur dasar, sehingga di tahun ini ada penambahan beberapa fasilitas pendukung," terang Kepala Dispar setempat, Mynrik (Eddi) Batlolona di ruang kerjanya, belum lama ini.

Pihaknya, lanjut dia, juga akan mengembangkan kawasan wisata bahari di Pulau Matakus yang juga menjadi prioritas pengembangan di 2019.

Mantan Dosen Unpatti itu menjelaskan, kebijakan Pemda KT untuk menata dua kawasan itu karena dekat dengan ibu kota Saumlaki. 

Ia pun berharap dengan langkah yang dilakukan pihaknya dapat mendorong angka kunjungan wisatawan dari kota ke dua lokasi wisata dimaksud. 

"Khusus untuk pengembangan wisata di Danau Lorulun, tahun ini kita mempersiapkan fasilitas-fasilitas penunjang dan diharapkan 2020 fasilitas itu sudah bisa menunjang aktifitas kepariwisatan di kawasan itu,” harap Batlolona. 

Pihaknya berharap Danau Lorulun bisa menjadi wisata agro. 

“Ada beberapa OPD bersama dengan kami sedang berencana membangun fasilitas untuk wisata agro," sambungnya.

Pantai Matakus di Kecamatan Tanimbar Selatan
Batlolona mengaku, Pemkab KT masih mencari referensi untuk kemudian dijadikan dasar keputusan Bupati terkait nama genangan air di Lorulun, pinggiran Bandara Mathilda Batlayeri itu sebagai danau, barulah akan di bahas penyusunan Peraturan daerahnya.

Sementara untuk pulau Matakus akan jadikan pusat wisata bahari. Direncanakan tahun ini, lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) akan dibangun Diving Center dengan kelengkapannya sehingga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata bahari di kawasan itu. 

"Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa di fungsikan," harapnya.

Batlolona menambahkan bahwa di 2020, pengembangan wisata di pusatkan di Tumbur dan Pantai Weluan. Sedangkn Situs Perahu Batu di Sangliat Dol telah ada dalam perencanaannya. 

"Khususnya di pantai Weluan jika masyarakat sudah menyetujui untuk lahannya bisa digunakan untuk kawasan wisata maka akan dikembangkan. Selain itu juga ada Pulau Nukaha di Desa Romean, dan Pantai Limiang di Desa Lingat dan pengembangan Tnyafar di desa Adaut, Kecamatan Selaru juga sudah masuk dalam agenda kami," tandasnya. 

Keterlibatan Dunia Usaha

Pengembangan fasilitas-fasilitas pariwisata dibutuhkan anggaran yang tak sedikit, sehingga Pemkab KT berharap keterlibatan masyarakat di dunia usaha, terutama investor bisa membuka usaha di bidang pariwisata. 

Meski memiliki objek wisata yang bisa kembangkan, namun jika hotel, restoran, sarana serta jasa-jasa hiburan lainnya tidak berkembang maka ini akan menjadi kendala.

"Seperti misalnya pada tahun ini kita buat standarisasi kepada beberapa hotel. Standar utamanya adalah pelayanan dan sarana prasarana lain sesuai standar hotel bintang 4 dan bintang 5, agar mendukung aktifitas kepariwisataan di Kepulauan Tanimbar ini," tukas Batlolona.

(dp-45)
Share it:

Maluku Tenggara Barat

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi