Jembatan Wear Arafura Permudah Akses Pelayanan Dasar di MTB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengakui peresmian jembatan Wear Arafura sudah lama dinantikan seluruh masyarakat di kedua pulau ini.
Share it:
Penekanan tombol sirene menandai Jembatan Wear Arafura resmi beroperasi
Saumlaki, Dharapos.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengakui peresmian jembatan Wear Arafura sudah lama dinantikan seluruh masyarakat di kedua pulau ini. 

Karena dengan adanya jembatan ini, akan semakin mempermudah akses pelayanan dasar khususnya di kedua pulau tersebut maupun wilayah Maluku Tenggara Barat (MTB) mulai dari memperlancar konektivitas di kawasan perbatasan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut diungkapkannya saat mendampingi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meresmikan Jembatan Leta Oar Ralan, sebutan bahasa setempat yang menghubungkan Pulau Yamdena dan Pulau Larat, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Kamis, (10/1/19). 

"Selain membangun jembatan, Kementerian PUPR juga melakukan perbaikan jalan di kedua pulau ini yang memiliki panjang 158 Km," rinci Menteri Basuki.

Sementara itu, Nikander Kavroli, salah seorang penduduk di Pulau Larat mengisahkan sebelum adanya jembatan, akses masyarakat dari Pulau Larat untuk menuju Ibukota kabupaten yang berada di Kecamatan Saumlaki, Pulau Yamdena untuk mendapatkan fasilitas pendidikan, kesehatan maupun administrasi hanya bisa dicapai dengan menggunakan kapal penyeberangan memakan waktu 20 menit.

"Kami masyarakat pulau Larat sangat berterimakasih kepada Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR yang telah membangun jembatan penghubung kedua pulau ini. Masyarakat bangga, karena mendukung peningkatan ekonomi. Transportasi hasil pertanian dan hasil nelayan lebih mudah, lebih murah dan lebih cepat," tukasnya.

Peresmian dilakukan diatas jembatan yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan dilanjutkan penandatanganan prasasti oleh Menkeu Sri Mulyani. 

Turut hadir, Gubernur Maluku Said Assagaff, Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatlolon, Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat Agustinus Utuwaly.

Hadir pula dari jajaran Kementrian, Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Hari Suprayogi, Direktur Jembatan Iwan Zarkasi, Direktur Utama PT. Nindya Karya Indradjaja Manopol, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVI Ambon Satrio Sugeng Prayitno, Kepala BWS Maluku Hariyono Utomo, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja

Pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan dibangun menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp. 123,07 miliar. 

Waktu pelaksanaan sejak Desember 2016 dan selesai pada 28 November 2018 dengan kontraktor PT. Nindya Karya dan konsultan pengawas PT. Karuniya Data Konsultan - PT. Nusvey KSO.

Jembatan Leta Oar Ralan memiliki panjang 322,80 meter dan lebar 10 meter.  Jenis konstruksi pondasi menggunakan tiang pancang baja 600 mm, sementara bangunan atas menggunakan konstruksi beton pracetak prategang. 

Pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan yang dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVI merupakan bagian dari Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran. 

(dp-18/Har)
Share it:

Nasional

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi