Natal Sedunia Jadi Momen Kebangkitan Anak Negeri SSS

Perayaan Natal sedunia anak cucu negeri Siri Sori Serani (SSS) atau Siri Sori Amalatu dapat dijadikan sebagai momentum kebangkitan bagi anak-anak negeri untuk terus maju dan menjadi berkat bagi dunia.
Share it:
Momen acara Natal Sedunia Anak Cucu Negeri SSS di depan Gereja Lohata Damai, Sabtu (29/12/2018)
Saparua, Dharapos.com  –  Perayaan Natal sedunia anak cucu negeri Siri Sori Serani (SSS) atau Siri Sori Amalatu dapat dijadikan sebagai momentum kebangkitan bagi anak-anak negeri untuk terus maju dan menjadi berkat bagi dunia.

“Saya berharap agar momentum Natal sedunia ini dapat dijadikan sebagai momentum kebangkitan bagi anak-anak negeri Siri Sori Serani untuk terus maju dan menjadi berkat bagi dunia,”demikian disampaikan Gubernur Said Assagaff dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Maluku, Hendrik Far Far, SH, MH, pada acara Natal Sedunia Anak Cucu Negeri SSS di depan Gereja Lohata Damai, Sabtu (29/12/2018).

Ia juga mengajak anak-anak negeri SSS di seluruh dunia untuk menjadi agen-agen perdamaian yang turut menjaga kedamaian dan ketertiban masyarakat.

“Melalui momen baku dapa ini agar budaya dan tradisi Negeri Siri Sori Serani semakin ditingkatkan yaitu nilai-nilai budaya yang menegakkan persaudaraan dan solidaritas yang selaras dengan nilai-nilai agama,” pinta Gubernur. 

Melalui perayaan Natal, umat Kristiani di seluruh dunia bersukacita dan bergembira karena percaya bahwa momen tersebut membawa keselamatan bagi umat manusia. 

Asisten I Setda Maluku, Hendrik Far Far, SH, MH saat membacakan sambutan Gubernur Said Assagaff
“Natal membawa damai dan sejahtera bagi umat Kristiani,” lanjutnya.

Lebih lanjut, jelas Gubernur, bahwa secara budaya melalui momentum ini semua anak cucu yang lahir dari akar budaya SSS yang merantau di seluruh penjuru dunia dapat berkumpul di kampung halaman.

“Yang biarpun telah lama pergi meninggalkan kampung halaman tapi karena rasa rindu dan cinta kepada gunung dan pantai sebagai tempat berteduh, rasa cinta kepada rumah tua sebagai simbol keberadaan adik dan kakak serta rasa cinta kepada tanah pusaka membuat anak cucu Siri Sori Serani kembali berbondong-bondong untuk pulang ke kampung. Ini adalah momen untuk merajut kebersamaan dan rasa saling sayang orang basudara,” cetusnya.

Olehnya itu, ada optimisme bahwa melalui momentum ini ikatan orang basudara akan saling erat. Begitu juga komitmen untuk saling tolong menolong semakin kuat serta semangat rasa bersama meraih masa depan yang semakin pasti.

Sambung Gubernur, berbagai kemajuan yang terjadi saat ini sangat menuntut sumber daya manusia yang berkualitas. 

Juga di era digital saat ini tentu dibutuhkan manusia-manusia cerdas, kreatif, inovatif dan tangguh serta berkarakter yang siap berkompetisi secara fair dan tidak tergilas oleh perubahan itu sendiri.

Ketua MPH Sinode GPM Pdt. Dr. Ates Werinussa, M.Si 
“Karena itu momentum bakudapa anak negeri Siri Sori Serani sedunia dapat menjadi kesempatan untuk melakukan konsolidasi. Serta memanfaatkan strategis pengembangan kualitas sumber daya manusia yang siap terjun dalam dunia kerja di berbagai belahan dunia,” sambungnya.

Dengan begitu, perayaan Natal dan hari raya keagamaan memberi energi positif dan kreatif bagi anak-anak negeri SSS untuk terpacu dan berdinamika meraih masa depan yang lebih baik dan gemilang.

Di tempat yang sama, Ketua MPH Sinode GPM Pdt. Dr. Ates Werinussa, M.Si mengharapkan ke depan agar momen seperti ini bisa melibatkan Pela Gandong.

“Kita mencari nilai-nilai persaudaraan dengan berdasar kepada iman kita. Kita mencari nilai-nilai baru demi menyegarkan hubungan persaudaraan sesama anak-anak negeri Siri Sori Sarani dan menyegarkan kembali spirit persaudaraan,” tandasnya.

Karena tuntutan kehidupan di era masa kini membutuhkan suasana persaudaraan dimana hal itu tidak bisa di nilai atau di beli. 

Suasana perayaan cara Natal Sedunia Anak Cucu Negeri SSS di depan Gereja Lohata Damai
“Kita harus bisa melestarikan kehidupan sesama manusia yang hidup di jagat raya ini dengan menghidupkan dinamika persaudaraan. Sehingga dengan pemberitaan Injil tentu akan menghadirkan damai sejahtera,” cetus Werinussa.

Ditambahkan juga karena reuni ini akan terjadi berulang-ulang. 

“Dan setiap kali itu berlangsung maka kita menciptakan satu proyek di mana kita membangun satu tempat sebagai destinasi wisata,” sambungnya. 

Werinussa juga mengajak seluruh warga masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan agar Kampung SSS semakin tampil lebih baik lagi.

“Saya berharap reuni ini tidak hanya sebatas seremonial saja tetapi ada sesuatu yang kita rasakan. Karena ketika kita pergi maka saudara-saudara kita di kampung bisa menikmati apa yang kita tinggalkan,” harapnya seraya meminta warga SSS untuk selalu menjaga hubungan pela gandong, saling tolong-menolong dan bahu membahu untuk kesejahteraan masyarakat.

(Har)
Share it:

Berita Pilihan Redaksi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi