Natal Harus Bermakna di Hati dan Jiwa Anak Negeri SSS

Acara Natal Sedunia Anak Cucu Negeri Siri Sori Serani (SSS) berlangsung di depan Gereja Lohata Damai, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Sabtu (29/12/2018).
Share it:
Pdt. Dr. J. Ruhulessin, M.Th saat menyampaikan khotbah  diperayaan Natal Sedunia Anak Cucu Negeri Siri Sori Serani
Saparua, Dharapos.com – Acara Natal Sedunia Anak Cucu Negeri Siri Sori Serani (SSS) berlangsung di depan Gereja Lohata Damai, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Sabtu (29/12/2018).

Pdt. Dr. J. Ruhulessin, M.Th dalam refleksi Natalnya mengutip Injil Lukas 2:1-7 dan Efesus 2 : 13-14, 17-18. 

“Setiap saat kita merayakan Natal namun apakah Natal mempunyai arti bagi kita? demikian sebuah pertanyaan mengawali khotbahnya. 

Diakui Ruhulessin, perayaan Natal saat ini mengandung motivasi yang sangat beragam di mana mana, bahkan ada orang yang merayakannya karena pertimbangan ekonomis.

“Namun pertanyaan yang sangat hakiki, apakah sesungguhnya perayaan Natal bagi kita? Dan apakah arti Kristus bagi anak cucu Siri Sori Serani? Apa juga dampaknya jikalau kita mengaku Kristus adalah Juruselamat? Apa pengaruh bagi anak-anak negeri Siri Sori Serani? Sebab jika Kristus tidak mempunyai dampak maka untuk apa kita rayakan Natal hari ini,” urainya.

Mantan Ketua Sinode GPM ini kemudian mengisahkan seorang temannya yang datang dari Jakarta ke Kota Ambon untuk melihat seperti apa perayaan Natal di ibukota provinsi berjuluk 1000 pulau ini.

“Pertanyaan saya mengapa harus menyaksikan perhelatan Natal di Ambon? Apakah antara Ambon dan Jakarta perayaannya berbeda? Karena  tidak ada sesuatu yang berbeda,” jawabnya memberi penjelasan.

Ternyata, tujuan kedatangan ke Ambon adalah untuk menyaksikan pohon terang (pohon Natal) yang tersebar di mana-mana. Menurutnya, di seluruh penjuru Kota Ambon penuh dengan pohon Natal sama juga dengan perayaan Paskah di seluruh penjuru Kota Ambon dipenuhi dengan salib.

“Akhirnya saya jelaskan bahwa kepada teman saya bahwa Natal ini bukanlah tontonan. Iman Kristen bukanlah tontonan dan kelahiran Yesus bukan tontonan. Jadi, Natal itu bukan sesuatu untuk ditonton akan untuk dihidupi baik menyangkut karakter hingga gaya hidup kekristenan kita. Karena itu, kembali pertanyaan saya, apa pengaruh Natal dan Kristus bagi kita khususnya bagi orang Siri Sori Serani?” kembali tanya Ruhulessin.

Ia pun menegaskan bahwa makna perayaan hari lahir Yesus Kristus ini adalah karena api Natal itu sendiri. 

“Jiwa kita pun bersuka cita dan hati kita bergembira karena juruselamat telah datang menjamah kita di tengah-tengah keluarga bahkan di tengah-tengah negeri Siri Sori Serani,” cetusnya.

Dikisahkan juga, Yesus pernah datang dan meminta tempat untuk menginap, akan tetapi tidak ada tempat untuk sang juru selamat manusia ini.

Saat ini, orang dimana-mana mempertimbangkan nilai-nilai ekonomis, banyak orang tidak mempunyai tempat untuk menginap.

Yesus tidak meminta tempat yang mewah dan layak, tapi hanya meminta tempat untuk menginap. 

Bahkan saat ini, jutaan manusia tidak mempunyai tempat untuk menginap atau tinggal, dan mungkin juga sebagain besar orang Siri Sori Serani tidak mempunyai tempat untuk menginap. 

“Sehingga saat ini, orang-orang itu sedang mengetuk pintu rumah kita, juga orang orang itu sedang mengetuk pintu gereja kita bahkan pintu-pintu kantor kita. Mereka lapar dan terlantar karena tidak mempunyai tempat tinggal. Dan hal ini merupakan sebuah realitas Natal yang kita hadapi. Begitu banyak orang saat ini sementara mengalami penderitaan sementara kita bergembira dan berpesta. Begitu banyak orang yang memiliki hati yang kosong, kering dan penuh dengan penderitaan, bahkan begitu banyak orang yang kehilangan seluruh harapan hidup,” bebernya.

Ruhulessin juga mengutip pernyataan bahwa salah satu tujuan Natal adalah “Pesta Iman“.

“Pertanyaannya, apa dari diri kita yang berpesta? Saya yakin selama musim Natal sejak awal Desember baik di Ambon dan Maluku pada umumnya kita semua berpesta. Namun perlu dipertanyakan, apa dari diri kita yang berpesta,” tegasnya.

Untuk itu, Ruhulessin berharap makna Natal yang susungguhnya bahwa seluruh kenyataan yang dihadapi umat Tuhan adalah bagaimana  merefleksikan tentang jiwa dan hati kita untuk berpesta.

“Malam hari ini Kristus lahir kita berpesta, jiwa raga kita dan hati kita berpesta,memuliakan Tuhan sebab juruselamat kita telah datang,” tukasnya.

Selain dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Maluku, Hendrik Farfar mewakili Gubernur Said Assagaff, momen tersebut juga dihadiri Ketua dan Sekum Sinode GPM, Ketua Majelis Jemaat Siri Sori Serani, Raja Negeri Siri Sori Serani dan seluruh anak cucu dari berbagai penjuru dunia.

(Har)
Share it:

Berita Pilihan Redaksi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi