Direncanakan Awal 2019, Pembangunan Jembatan Fair Baru

Jembatan penyeberangan yang menghubungkan Dusun Fair, Kota Tual, dengan Kelurahan Ohoijang – Watdek, Kabupaten Maluku Tenggara ambruk, Sabtu (1/12/2018) sekitar pukul 18.30 WIT.
Share it:
Kondisi jembatan Fair pasca roboh
Langgur, Dharapos.com – Jembatan penyeberangan yang menghubungkan Dusun Fair, Kota Tual,  dengan Kelurahan Ohoijang – Watdek, Kabupaten Maluku Tenggara ambruk, Sabtu (1/12/2018) sekitar pukul 18.30 WIT.

Akibat insiden itu, 3 sepeda motor yang sementara melintas di atas jembatan terjun ke laut bersama dengan ambruknya fasilitas penghubung yang diketahui sudah berumur tersebut. 

Akses warga Fair menjadi terisolir ke kota pun menjadi terputus mengingat jembatan tersebut merupakan satu satunya akses darat yang dapat dilalui warga setempat.

Pasca robohnya jembatan Fair, informasi yang diperoleh media ini, direncanakan bakal dibangun yang baru pada awal 2019 nanti.

Proses pembangunannya melalui Ditjen Bina Marga Kementrian PUPR RI dan saat ini sementara dalam proses lelang.

“Nanti dibangun yang baru awal 2019. Sekarang masih dalam proses lelang,” ungkap sumber media ini yang meminta namanya tidak dipublikasikan melalui telepon seluler, Minggu (2/12/2018).

Ketika disinggung soal waktu pekerjaan, sumber menolak membeberkannya. Dirinya beralasan masih menunggu informasi lanjutan. 

Ambruknya jembatan gantung berstruktur kayu tersebut diketahui disebabkan oleh salah satu tali jembatan sebelah kiri yang putus.

Menurut ketengan saksi, Abdulah Alatas (66)  warga Dusun Fair,  sekitar pukul 17.30 WIT, dirinya yang mengunakan sepeda motor hendak melintasi jembatan hendak pulang ke rumahnya di dusun tersebut. 

Untungnya, sebelum sempat naik ke atas jembatan, tiba tiba tali sebelah kiri mengalami putus.

"Saya dari arah kabupaten mau menuju pulang ke dusun Fair, tapi baru tiba beberapa meter dari jembatan, tali sleng jembatan sebelah kiri putus, bersamaan dengan itu, bunyi gemuruh jembatan yang ambruk terdengar," bebernya.

Sepenglihatan saksi terdapat 3 unit sepeda motor yang sementara melintasi jembatan saat ambruk.
Beruntung warga yang ada di sekitar lokasi kejadian bergegas melakukan tindakan pertolongan dan mengevakuasi korban yang terjatuh.

"Saat jembatan ambruk kebetulan ada 3 motor yang melintas sehingga ikut ambruk bersama jembatan ke permukaan laut. Saya bersama warga disekitar lokasi kejadian langsung melakukan pertolongan dengan membatu proses evakuasi para korban," jelasnya.

Terdapat 4 korban yang ambruk bersama jembatan, 2 diantara korban harus di larikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.

Korban yang dilarikan kerumah sakit masing-masing adalah Nursoba Ohoirenan (23) warga dusun Fair yang luka bagian pelipis kanan akibat benturan kayu jembatan dan La Arif Langkaudi (25) warga dusun Fair yang mengalami sesak nafas, akibat banyak minum air laut. 

Kedua korban saat ini sementara mendapat perawatan intensif di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.

Sementara 2 korban lain yang tidak mengalami luka di pulangkan ke kediaman di dusun Fair pasca evakuasi. Mereka masing masing adalah Salamu Raharusun (32) dan Alya (9 bulan).

Beberapa saat dari insiden tersebut terlihat Bupati Malra M Taher Hanunun dan Wakil Wali Kota Tual Usman Tamnge datang dan meninjau langsung lokasi kejadian.

Saat meninjau, Bupati langsung mengintruksikan jajarannya untuk menyediakan speed boat guna memobilisasi warga yang terisolir juga sebagai akses bagi warga yang hendak kembali ke Dusun Fair.
Instruksi yang sama juga di sampaikan Wawali Kota Tual untuk penyedian speed boat.  

Juga menyediakan pasokan air bersih ke dusun Fair, menyusul instalasi pipa PDAM ikut terputus bersamaan dengan ambruknya jembatan.

Pantauan media ini, hingga Minggu (2/12/2018) mobilisasi warga dari dusun Fair ke kota demikian pula sebaliknya masih menggunakan speed boat.

Terkait rencana perbaikan jembatan, belum diperoleh informasi dari instansi teknis. 

(dp-40)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi