Resmi, Tagop - Ayub Kembali Pimpin Bursel

Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff secara resmi melantik Tagop S. Soulissa, SH, MT dan Ayub Seleky, SH, MH sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan untuk masa jabatan 2016 – 2021 yang berlangsung di lantai 7 kantor Gubernur, Rabu (22/6).
Share it:
Gubernur Maluku saat melantik Tagop S. Soulissa, SH, MT 
& Ayub Seleky, SH, MH sebagai Bupati - 
Wakil Bupati Buru Selatan
Ambon, Dharapos.com
Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff secara resmi melantik Tagop S. Soulissa, SH, MT dan Ayub Seleky, SH, MH sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan untuk masa jabatan 2016 – 2021 yang berlangsung di lantai 7 kantor Gubernur, Rabu (22/6).

Pelaksanaan pelantikan Bupati Bursel didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI nomor. 131. 81 – 5374 Tahun 2016  dan Wabup Bursel berdasarkan SK Mendagri RI No. 132. 81 –5375 Tahun 2016.

Penandatanganan kedua SK pengangkatan Bupati – Wabup Bursel tersebut dilakukan Mendagri RI Tjahjo Kumolo pada 17 Juni 2016 dan mulai berlaku secara resmi sejak 22 Juni sebagaimana tanggal saat pelantikan berlangsung.

Pada acara pelantikan tersebut turut hadir Anggota DPD RI John Pieris, Petinggi TNI dan POLRI, Ketua dan anggota DPRD Maluku maupun Kabupaten Bursel, sejumlah kepala daerah di Maluku, unsur Forkopimda, SKPD Provinsi dan lingkup Pemkab Bursel, dan tokoh adat, masyarakat dan agama serta para tamu undangan lainnya.

Pantauan Dhara Pos, acara pelantikan tersebut berlangsung sejak pukul 10.00 WIT yang diawali dengan pembacaan SK Mendagri RI No. 131 81-5372 Tahun 2016 tentang pemberhentian Bupati Bursel yang kemudian disusul dengan pembacaan SK Mendagri RI No. 131 81-5373 Tahun 2016 tentang pemberhentian Wabup Bursel.

Selanjutnya dilakukan pengambilan sumpah dan janji jabatan yang dipimpin langsung Gubernur Maluku.

“Kebahagiaan dalam Bulan Ramadhan 1437 H sebagai bulan yang penuh rahmat  kali ini terasa lebih bermakna bagi kita di Maluku, terutama masyarakat Buru Selatan karena  pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih dilaksanakan di dalam bulan Ramadhan,” ucap Gubernur mengawali sambutannya.
Dirinya mengapresiasi prosesi pelantikan yang berjalan dengan aman dan lancar.

“Saya yakin momentum-momentum pemerintahan seperti ini, bila terjaga dengan baik akan mendorong tingkat kepercayaan dan stabilitas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” tandas Gubernur.

Lebih lanjut, urainya, dalam setiap perhelatan pilkada, agenda pelantikan kepala daerah merupakan puncak dari siklus politik.

“Artinya kita perlu memahami bahwa di ujung sebuah  kompetisi mesti ada penentuan hasil yaitu menang ataukah kalah, sukses ataukah gagal itulah yang dinamakan konsekuensi logis dari setiap persaingan. Dan mereka yang ingin terjun ke dalam dunia politik mesti memahami dengan baik sehingga terbangun kesadaran kolektif, bahwa kalah  atau menang dalam  berpolitik adalah hal yang lumrah maka kebesaran jiwa dan sikap negarawan sangat menentukan,” urainya.

Dalam perspektif yang sama, dirinya ingin menegaskan bahwa pelantikan Bupati dan Wabup Bursel harus menjadi titik akhir dari proses politik, namun sekaligus juga  menjadi titik awal proses pemerintahan yang
legitimet, pemerintahan yang  konsolidatif dengan mendapatkan  dukungan penuh rakyat dan para pemangku kepentingan.

“Sebagai mana kata bijak yang mengatakan bahwa setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya semakin memberikan pencerahan kepada kita, bahwa terpilihnya kembali saudara Tagop Sudarsono dan saudara Ayub Seleky sebagai pemimpin di kabupaten Buru Selatan adalah masa yang tepat dan diperkenankan Tuhan untuk mereka tunjukan pengabdian terbaik,” tegasnya.

Karena itu, hentikan perbedaan masa lalu untuk selanjutnya mengambil keputusan dalam derap langkah bersama membangun negeri Bursel.

Gubernur pada kesempatan tersebut mengapresiasi keberhasilan Tagop – Ayub membawa kemajuan Bursel,

Pasalnya, kerja keras keduanya selama 2011 – 2016 berhasil membawa kabupaten berjuluk “Lolik Lalen Fedak Fena” ini jauh berkembang.

Terbukti, indikator pertumbuhan ekonomi terus menunjukkan tren positif mulai tahun 2010 yang berada pada 4,61 persen kemudian naik menjadi 5,24 persen di tahun 2011 bahkan melonjak tinggi menjadi 7,02 persen di 2012.

Meski sempat terdepresiasi ke 5,33 persen di tahun 2013, namun kemudian meningkat lagi di tahun 2014 menjadi 6,42 persen.

“Berbagai kemajuan dan keberhasilan yang telah dicapai  pada periode  kepemimpinan pertama ini hendaknya dapat menjadi pijakan dalam akselerasi penyelenggaraan pemerintahan selama lima tahun ke depan,” harapnya.

Di saat yang sama, Gubernur juga meminta kepada semua elemen masyarakat di kabupaten Bursel untuk membuka diri dan menerima kepemimpinan Bupati dan Wabup terpilih.

“Saat ini bukanlah saat membicarakan yang kalah dan menang lagi, tetapi inilah waktunya meneguhkan motto Lolik Lalen Fedak Fena yang bermakna satukan hati membangun negeri,” tukasnya.

(dp-16/19)
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi