Rahayaan Resmi Jabat Wali Kota Tual

Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff resmi melantik Adam Rahayaan, S.Ag, M.Si sebagai Wali Kota Tual.
Share it:
Gubernur Ir said Assagaff saat melantik
Adam Rahayaan, S.Ag, M.Si
sebagai Walikota Tual
 
Ambon, Dharapos.com
Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff resmi melantik Adam Rahayaan, S.Ag, M.Si sebagai Wali Kota Tual.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dan janji jabatan bertempat di lantai 7 Kantor  Gubernur Maluku, Senin (23/5).

Sebelum dilantik, terlebih dahulu dibacakan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 131.81- 4741 tahun 2016 tentang pemberhentian Wali Kota Tual atas nama Drs. Hi. Mahmud Muhammad  Tamher, dengan masa jabatan 2013-2018, terhitung sejak meninggal dunia  pada tanggal 4 April 2016.

Kemudian dibacakan juga, Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 131.81-4742 Tahun 2016  tentang pengangkatan Wali Kota dan pemberhentian Wakil Wali Kota Tual, Adam Rahayaan terhitung sejak tanggal pelantikan.

Mengawali sambutannya, Gubernur mengajak para hadirin untuk mengenang kembali jasa almarhum Hi MM. Tamher yang telah berjasa bagi masyarakat Maluku Tenggara khususnya Kota Tual.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2015 maupun UU Nomor 23 Tahun 2014 secara eksplisit mengatur bahwa ketika seorang kepala daerah berhenti dari jabatannya karena berhalangan tetap maka wakil kepala daerah diangkat dan ditetapkan sebagai kepala daerah.

“Itulah landasan yuridis yang mendasari penetapan saudara Adam Rahayaan sebagai Wali Kota Tual menggantikan almarhum Hi. MM Tamher,” jelasnya.

Dikatakan, sebagai orang  yang telah  lama menjabat bersama almarhum MM.Tamher selama dua periode kepemimpinan, Rahayaan tentunya sangat memahami masyarakatnya dan berbagai  persoalan yang dihadapi dan telah bersama-sama berkarya bagi masyarakat sehingga hal ini dipandang sebagai suatu yang baik bagi keberlangsungan Pemerintah Kota Tual.

Gubernur kemudian menyampaikan beberapa hal pokok yang harus diperhatikan Wali Kota Tual

”Sebagai Wali Kota hendaklah saudara menjaga akselerasi dan sinkronisasi arah pembangunan daerah sesuai RPJMD kota Tual  yang telah ditetapkan. Konsistensi Wali Kota sangat penting agar pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan,” rincinya.

Jalinan kerja sama diperlukan terutama dengan DPRD sebagai mitra kerja Pemerintah Daerah untuk menjamin agar proses penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan secara transparan, efektif dan efisien.
Kemudian, Wali Kota diminta untuk terus mendorong kinerja jajaran birokrasi  Pemkot Tual.

“Kalau ada yang kurang disiplin, dan kurang menaati jam kerja segera dilakukan pembinaan. Kalau ada yang kurang tertib dalam tata kelola administrasi keuangan segera diaudit dan ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan kalau ada yang perlu peningkatan sumber daya manusianya  segera diberikan diklat atau jenjang pendidikan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan serta persoalan –persoalan lainnya,” pintanya.
Merujuk pada hasil Musrembang Nasional 2016, lanjut Guberur, Presiden mengingatkan setiap kepala daerah untuk mengutamakan program-progaram prioritas bagi kepentingan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga sebagai daerah otonom baru tentunya percepatan pembangunan sangat diperlukan.

Oeh karena itu , kerja keras dari seorang Wali Kota sungguh sangat diperlukan.

”Konkritkan program-program pembangunan yang langsung bermanfaat bagi masyarakat banyak.” dorong Gubernur.

Ia juga menambahkan pembangunan sarana  insfrastruktur haruslah diutamakan guna mempermudah mobilisasi orang, barang  dan jasa serta mempermudah masuknya investasi untuk pembangunan daerah.

“Sebagai daerah maritim tentunya transportasi  laut menjadi hal yang utama dimana dengan terhubungnya pulau-pulau merupakan hal yang utama dalam pergerakan barang dan jasa serta aktivitas lainnya,” tukas Gubernur.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat  yang juga ketua LSM Tungkor, Drs. Nardy Refra
menyampaikan harapannya kepada Wali Kota Tual yang baru agar memperhatikan kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak seperti perhubungnan antar pulau.

“Karena hal ini akan sangat berdampak besar bagi pembangunan kota Tual, dimana terhubungnya satu pulau dengan pulau yang lainnya sangat berpengaruh dalam percepatan pembangunan di daerah,” harapnya.

Selain itu, ungkap Refra, Kota Tual  juga memiliki potensi pariwisata  yang harus dikembangkan sebagaimana yang telah dilakukan oleh almarhum Hi. Drs. MM. Tamher.

Ia juga meminta agar hal yang sama pula dilakukan oleh Wali Kota yang baru dengan memperhatikan aspirasi yang disampaikan Tim Pemekaran Kota Tual.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wagub dan Sekda Maluku, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Walikota dan Bupati se Maluku, DPRD dan Forkopimda Kota Tual dan para tamu undangan.

(dp-19)
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi