Pantau UN H3, Walikota Tatap Muka Dengan Guru SMA Kalam Kudus

Walikota Jayapura DR. Benhur Tommi Mano, MM rupanya tidak main-main dengan kinerja dunia pendidikan di wilayah kota Jayapura.
Share it:
Jayapura, Dharapos.com
Walikota Jayapura DR. Benhur Tommi Mano, MM rupanya tidak main-main dengan kinerja dunia pendidikan di wilayah kota Jayapura.
Walikota tatap muka di SMA Kalam Kudus

Buktinya dari Ujian Nasional (UN) hari pertama hingga hari ketiga, dirinya tidak diam malah terus melakukan pantauan sembari mengecek kondisi dan perkembangan sekolah serta melakukan diskusi dengan dewan guru dan kepala sekolah.

Salah satunya, saat berada di SMA Kalam Kudus, Walikota memberikan kesempatan kepada para guru untuk menyampaikan apa yang menjadi keluhan.

Walikota kepada wartawan mengungkapkan, dirinya tidak hanya memantau UN namun juga turut melihat kekurangan maupun perkembangan yang terjadi di setiap sekolah yang dikunjunginya.

“Selain memantau UN, saya juga ingin untuk mengetahui secara dekat bagaimana pihak sekolah mendukung program Adiwiyata Nasional, sebagai sekolah yang bersih dan hijau,” ungkapnya.

Selain itu juga, Walikota turut mengecek para guru-guru serta sarana dan prasarana belajar.

Pantauan Dharapos.com, orang nomor satu di Pemkot Jayapura ini sempat melakukan diskusi dengan para guru SMA Kalam Kudus terkait dengan masalah kesejahteraan dan juga proses administrasi kenaikan pangkat yang berjalan dengan baik atau tidak.

Disamping itu, dirinya juga mengecek soal insentif para guru. Pasalnya, saat berdialog dengan para
guru di SMA Kalam Kudus banyak masukan yang disampaikan.

Salah satu guru menuturkan jika dirinya mengalami sedikit masalah saat pemberkasan Sertifikasi, bahkan berkasnya tercecer.

“Karena para guru hanya fokus untuk berdiri di depan kelas demi mengajar anak-anak dan mereka tidak pusing untuk mengurus kenaikan pangkat berkala mereka. Namun sudah ada yang mengurus nya,” jelas Walikota.

Dia juga meminta Dinas Pendidikan Kota untuk memperhatikan betul sistem pada administrasi kepegawaian agar jangan sampai ada administrasi guru yang tercecer seperti yang dialami salah satu guru SMA Kalam Kudus beberapa waktu lalu.

“Manajemen administrasi Dinas Pendidikan Kota harus segera diperbaiki,” cetus Walikota.

Disdik Kota harus bisa menggunakan sistem online agar dapat konek dengan semua sekolah yang ada di wilayah kota Jayapura.

“Agar kita dapat melihat kapan guru harus naik pangkat berkala, atau kapan masa pensiunnya. Begitu pula  guru dan kepala sekolah yang sudah pensiun harus segera diganti karena hal ini akan  mempengaruhi administrasi terkait tanda tangan surat-surat penting,” tegasnya.

Karena kalau hal tersebut tidak segera disikapi dengan baik maka bisa saja terjadi Kepsek yang sudah pensiun masih menandatangani ijazah siswa pada hal tersebut tidak boleh terjadi karena menyalahi aturan.

Walikota juga menuntut agar para guru harus berada di depan kelas untuk mengajar.

Kepsek SMA Kalam Kudus, Jerry Lani
“Guru tidak boleh sibuk mengurus bisnis pribadi di sekolah seperti menjual jajanan ringan karena kalau hal tersebut dilakukan maka profesi mengajar guru di depan kelas akan terganggu. Saya berharap agar di kota Jayapura tidak terjadi seperti itu, karena pendidikan di kota ini merupakan program prioritas Pemerintah Kota Jayapura,” himbaunya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SMA Kalam Kudus, Jerry Lani juga menerangkan pelaksanaan UN di SMA Kalam Kudus Jayapura berjalan aman. Jumlah peserta UN sebanyak 28 siswa terdiri dari dua jurusan IPA dan IPS untuk jurusan IPA 15 siswa dan IPS 13 siswa.

“UN hari pertama hingga hari ketiga semuanya dalam keadaan siap baik secara fisik maupun mental dan siap secara rohani,” terang Kepsek.

Dikatakan, para siswa telah disiapkan dari awal masuk tahun I, II dan ke III sehingga mereka telah siap untuk mengikuti UN. Selain itu, para guru dan orang tua juga selalu siap untuk anak-anak mereka serta didukung penuh oleh Majelis dan Rohaniawan gereja karena sekolah ini satu atap dengan gereja.

Kepsek juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Walikota Jayapura dan Kadisdik Kota karena sekolah yang dipimpinnya mendapat kunjungan yang sangat istimewa.

“Kami juga optimis seluruh peserta UN SMA Kalam Kudus lulus 100  persen,” tandasnya optimis.
 
(Harlet)
Share it:

PAPUA

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi