Masyarakat Aru Tetap Bersikeras Tolak PT Menara Group

Kepada awak media ini, Rabu (25/10), salah satu tokoh adat Masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru Tonci Galanggoga mengatakan, setelah hasil pertemuan antara tokoh-tokoh adat dan Forum Koalisi Pemuda Kabupaten Kepulauan Aru, 22 Oktober 2013, dengan pihak DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, warga tetap menolak PT Menara Group untuk tidak boleh beroperasi di bumi Jargaria sebagaimana DPRD Maluku yang juga menolaknya.
Share it:

Dobo,
Kepada awak media ini, Jumat (25/10), salah satu tokoh adat Masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru Tonci Galanggoga  mengatakan, setelah hasil pertemuan antara tokoh-tokoh adat dan Forum Koalisi Pemuda Kabupaten Kepulauan Aru, 22 Oktober 2013, dengan pihak DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, warga tetap menolak PT Menara Group untuk  tidak boleh beroperasi di bumi Jargaria sebagaimana DPRD Maluku yang juga menolaknya.
“Kami dari tokoh adat bersama-sama Forum Koalisi Pemuda Kabupaten Kepulauan Aru beserta seluruh elemen masyarakat, mengucapkan banyak terima kasih. Karena, sikap yang diambil oleh DPRD Provinsi sangat bagus dan tepat. Oleh karena itu, kita memberikan apresiasi dan ancungkan jempol untuk DPRD provinsi.” Katanya  
Dirinya juga mengatakan, pertemuan kemarin dengan anggota DPRD Aru, ada laporan dari Forum Koalisi Pemuda Kabupaten Kepulauan Aru kepada, DPRD bahwa mereka sudah mengantongi sejumlah pernyataan sikap dari masyarakat tentang PT Menara Group supaya tidak boleh beroperasi.
Galanggoga juga berharap agar semua pihak bisa bersama-sama khususnya PT Menara Group dan warga masyarakat, bahkan DPRD provinsi untuk perlu melaksanakan pengkajian secara baik.
“Sehingga tidak terdapat kerugian di pihak manapun terkhususnya di pihak masyarakat,” tandasnya
Lebih lanjut, dikatakannya, ada berbagai pertimbangan yang perlu juga disampaikan bahwa, Kepulauan Aru adalah bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI tercinta. Karena itu, kami juga mengharapkan untuk tidak menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat pada umumnya.
“Karena setelah kami amati kalau PT Menara Group tetap bersikeras untuk tetap, beroperasi di negeri Jargaria tercinta ini maka akan terjadi gesekan antara keluarga dengan keluarga di tengah-tengah masyarakat itu sendiri, baik didalam desa itu sendiri maupun, antar desa dengan desa. Dan kami tidak menghendaki hal itu terjadi,” tegas Galanggoga.
Dirinya juga mengatakan dengan nada lantang kalau memang, dari pihak PT Menara Group benar-benar mau beroperasi dia harus jujur dan benar-benar terbuka untuk masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru dan juga untuk pemerintah provinsi Maluku. Sehingga tidak menimbulkan kerugian terhadap masyarakat terkhususnya.
“Sekali lagi saya mau tegaskan bahwa, kami dari tokoh masyarakat adat Jargaria dan juga seluruh elemen masyarakat, mengucapkan banyak terima kasih kepada, anggota DPRD Provinsi khususnya Komisi B karena sudah mau membantu masyarakat Aru untu menolak PT Menara Group beroperasi di Aru,” tandasnya.
Disinggung mengenai Pansus yang di buat oleh anggota DPRD Aru, Galanggoga mengatakan  masyarakat sendiri masih bingung.
“Inikan tidak jelas, jadi kita mau mempercayai yang mana. Makanya, bersama-sama tokoh adat yang lainnya dan juga seluruh elemen masyarakat berharap supaya, harus ada keterbukaan dan transparan untuk membangun Maluku maupun membangun Kabupaten Kepulauan Aru,” pungkasnya    
Sementara itu, di tempat terpisah Sekretaris Forum Koalisi Pemuda dan Masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, Alanmsyah Djilpupin mengatakan, bersama-sama tokoh-tokoh adat dan masyarakat, mereka telah beraudiens dengan anggota DPRD kabupaten kepulauan aru.
“Tujuannya adalah untuk, mendengar pendapat dari pihak DPRD sendiri tentang aktifitas yang di lakukan oleh PT Menara Group, setelah adanya pemberitahuan bahwa DPRD Maluku, pada Komisi B telah merekomendasikan untuk PT Menara Group tidak boleh beroperasi di Aru. Alhasil, Wakil Ketua DPRD Aru, Jemy Siarukin mengatakan dalam akhir bulan ini. Pihak DPRD sendiri, akan melakukan rapat paripurna untuk menolak PT Menara Group beroperasi di kabupaten kepulauan aru,” ungkapnya.
Ditegaskannya, pihak Forum Koalisi Pemuda dan Masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, akan tetap mengawal proses penolakan yang dilakukan oleh anggota DPRD Aru.
Disinggung pula, mengenai Pansus DPRD Aru, dirinya mengatakan hasil dari Pansus tersebut diarahkan ke komisi yang membidangi, dan hasilnya juga masih di proses oleh ketua tim Elisa Darkay.
Dirinya juga berharap agar ketua tim Pansus harus bijak dalam mengambil langkah untuk hasil pansus itu sendiri, bagi kepentingan seluruh elemen masyarakat kabupaten kepulauan aru ke depan.
“Kami juga memberikan apresiasi dan banyak terima kasih, untuk DPRD Maluku karena telah marekomendasikan untuk PT Menara Group agar tidak beroperasi di Kabupaten Kepulauan Aru,” ungkap Djilpupin.
Walaupun demikian, sangat di sayangkan, karena semestinya langkah penolakan untuk PT Menara Group agar tidak beroperasi di bumi Jargaria/Sarkwarisa ini adalah, DPRD Aru yang harus mendahuluinya. Alasannya, masalah ini terjadi di Aru, tetapi karena lambannya kinerja dari anggota DPRD Aru sendiri, sehingga DPRD provinsi mengambil langkah lebih dulu.
“Kalau sampai DPRD Aru lamban dalam mengatasi hal ini, maka, kami dari Forum Koalisi Pemuda dan Masyarakat Aru, bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat dan juga tokoh-tokoh adat Ursia-Urlima, akan melakukan aksi akbar untuk mendesak DPRD untuk secepatnya melakukan penolakan terhadap PT Menara Group di Kabupaten Kepulauan Aru,” ancamnya pula.
Pihaknya juga sudah mengambil langkah-langkah komunikasi ke desa-desa yakni, dari ujung Batu Goyang sampai Warialau, karena masyarakat di desa-desa juga menolak PT Menara Group beroperasi di desa mereka. Alasan mereka, perusahan PT Menara Group akan berdampak buruk untuk kehidupan mereka di desa-desa.
Selain itu, penolakan tersebut dibubuhi dengan tanda tangan di atas meterai enam ribu dan bukti surat penolakan semua ada pada pihaknya.
“Bahkan ada bukti-bukti yang lainnya berupa foto-foto masyarakat di Kecamatan Aru Selatan dengan panah-panah sambil mengatakan kalau sampai, PT Menara Group tetap ngotot untuk beropersai di daerah petuanan mereka, mereka tidak segan-segan untuk nyatakan perang melawan PT Menara Group,” tambah Djilpupin.
Untuk itu dirinya berharap, para anggota DPRD Aru harus bergerak lebih cepat untuk menyikapi kondisi ini.(ew)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi