2 Tahun Tanpa Bidan, Warga Warjukur Ancam Bakar Pustu

Keberadaan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ikut mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya di wilayah pedesaan terkesan masih dipandang sebelah mata oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru.
Share it:
Dobo, 
Pustu Desa Warjuku, Kab. Kepulauan Aru

Keberadaan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ikut mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya di wilayah pedesaan terkesan masih dipandang sebelah mata oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru.
Pasalnya, ada pustu yang menjadi sasaran investigasi media ini di sejumlah desa, ditemukan tidak ada satu pun tenaga kesehatan yang berada di tempat tugas. yaitu di Desa Warjukur Kecamatan Aru Tengah Timur.
Sementara, kondisi bangunan pun sudah tidak terawat dan ditumbuhi semak belukar hingga antara lantai teras dan dinding depan bangunan Pustu maupun pada bagian lainnya.
Bahkan, lebih tragis lagi, sudah menjadi sarang tikus dan ular.
Kepada media ini, warga masyarakat setempat membeberkan pegawai kesehatan yang di tempatkan di desa ini, sudah tidak berada di tempat tugas sejak bidan tersebut mengikuti kuliah di Ibukota Kabupaten Kepulauan Aru (Dobo).
Padahal sesuai ketentuan yang di terapkan kepada setiap pegawai kesehatan yang mau melanjutkan studinya diwajibkan dalam satu minggu mengikuti proses kuliah satu kali, sedangkan 2 minggu harus berada di tempat tugas. Namun, realita yang terjadi tidaklah demikian, sebagaimana kondisi yang terjadi di Pustu Desa Warjukur.
Bidan yang di tempatkan  di  desa Warjukur adalah anak Desa sendiri. Namun, setelah dirinya mengikuti kuliah di Dobo, sang bidan tidak kunjung pulang ke tempat tugas untuk menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.
”Katong paling setengah mati kalau tidak ada bidan di desa ini karena, masyarakat yang sakit katong harus bawah dorang ke-kecamatan. Sedangkan, jarak kecamatan dengan katong pung kampong jauh dan harus menyebrang lewat lautan dan membutuhkan angkutan laut seperti katinting (motor laut) dan itu membutuhkan biaya. Tapi kalau ada bidan kan katong tidak repot-repot menyeberang lautan dan tidak mengeluarkan biaya,” tandas sejumlah warga kepada Dhara Pos saat ditemui di desa Warjukur, belum lama ini.
Diketahui pula, bidan tersebut telah meninggalkan tempat tugasnya selama 2 tahun lebih dan tidak pernah sekalipun kembali ke desa hingga saat ini untuk melayani masyarakat yang sementara membutuhkan pelayanan kesehatan.
Pantauan media ini, selama berada di desa Warjukur ditemukan sejumlah warga yang mengalami sakit parah dan segera membutuhkan pengobatan medis.
Dalam pembicaran lepas dengan kru Dhara Pos, beberapa warga masyarakat sempat mengancam akan membakar Pustu jika tidak ada upaya teguran dari Pemerintah Daerah maupun Dinas untuk bidan yang bertugas di Desa Warjukur agar secepatnya kembali ke tempat tugas.
“Katong akan bakar Pustu itu nanti, kalau tidak ada bidan yang datang supaya tidak ada Pustu saja. Sebab, percuma kalau ada Pustu tetapi tidak ada tenaga medis satupun,” kecam warga dengan nada kesal.
Warga berharap, ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk melihat hal ini.
Sementara itu, dalam pantauan media ini di ibukota Kabupaten Kepulauan Aru, kebanyakan tenaga medis hanya berkeliaran di Dobo tanpa memperdulikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat.(el)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi