Uskup minta para provokator di Olilit bertobat

Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi,MSC mengecam sejumlah pihak di desa Olilit, kecamatan Tanimbar Selatan, kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) yang dinilainya sebagai provokator karena sengaja menghambat proses pemilihan kepala desa di desa itu.
Share it:
Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC mengecam sejumlah pihak di
desa Olilit, Kecamatan Tanimbar Selatan, MTB yang dinilainya sebagai provokator
Saumlaki, Dharapos.com
Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi,MSC mengecam sejumlah pihak di desa Olilit, kecamatan Tanimbar Selatan, kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) yang dinilainya sebagai provokator karena sengaja menghambat proses pemilihan kepala desa di desa itu.

Kecaman tersebut disampaikan dalam sambutannya pada perayaan penerimaan Sakramen Krisma dan peresmian serta pemberkatan rumah pastoran Paroki Hati Kudus Yesus, Olilit Barat, Sabtu (4/8/2018).

Uskup mengakui, sebenarnya umat Olilit ini baik, cuma beberapa orang yang jadi provokator.

"Barangkali turunan provokator orang-orang itu, dan kita berdoa supaya mudah-mudahan mereka bertobat. Kalau tidak semoga mereka mati saja daripada bikin rusak paroki ini. Jadi saya minta kepada provokator-provokator supaya cepat bertobat, kalau tidak anda mati pelan-pelan seperti mulai sakit jantung, kaki, dan mungkin masuk penjara juga,” kecamnya.

Uskup menyatakan, kondisi desa Olilit saat ini sangat memprihatinkan hanya karena proses perebutan jabatan kepala desa.

Sebagian kalangan menganggap bahwa jabatan adalah segala-galanya sehingga persatuan dan persaudaraan mau dikorbankan.

Padahal umat mesti menyadari bahwa para pejabat duniawi sesungguhnya hanya mengambil bahagian dalam kuasa Roh Kudus yakni kuasa melayani dan mengabdi.

“Saya minta para provokator untuk bertobat. Nda usah saya bilang siapa orangnya. Kurang lebih saya tahu juga karena ada yang memang turunan. Bikin kacau saja,” kecamnya lagi.

Sebagai solusi untuk mewujudkan kehidupan yang tertib dan aman, Uskup Mandagi menyarankan agar umat dan masyarakat Olilit hendaknya bersatu dan tidak boleh ada kelompok-kelompok yang suka memprovokasi karena berpotensi terjadi konflik di desa.

Selain itu, umat dan masyarakat Olilit termasuk para elit politik diminta untuk menaati aturan gereja maupun aturan Negara sehingga memberikan pembelajaran yang baik bagi generasi penerus dan menjadikan kehidupan masyarakat yang jauh lebih baik.

(dp-18)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi