Uskup Mandagi resmikan 2 gereja di MTB

Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi,MSC dalam kunjungan kononiknya ke wilayah kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), berkenan meresmikan dan memberkati dua gedung gereja di wilayah tersebut.
Share it:
Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi,MSC saat memberkati gedung gereja Awear
Saumlaki Dharapos.com
Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi,MSC dalam kunjungan kononiknya ke wilayah kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), berkenan meresmikan dan memberkati dua gedung gereja di wilayah tersebut.

Masing-masing gereja stasi Santo Petrus Paulus Awear di paroki Santo Petrus Fordata, kecamatan Yaru, Minggu (5/8/2018) dan gereja santo Yoseph Lorwembun di paroki Santa Maria Asumta, Kecamatan Kormomolin, Senin (6/8/2018).

Uskup bersama 16 pastor yang bertugas di wilayah itu di sambut meriah oleh umat setempat sebelum merayakan misa kudus, menggunting pita dan membuka pintu gereja sebagai tanda di resmikan gedung gereja.

Hadir di kesempatan itu, Bupati Petrus Fatlolon, Ketua DPRD Frengki Limber, Wakapolres MTB Kompol. Lodevikus Tethol, Dandim 1507/Saumlaki Letkol Inf. Rahmat Sairodin, dan sejumlah tamu undangan lainya.

Ketua panitia pembangunan gereja St Petrus Awear, Albertus Refutu menjelaskan bahwa pembangunan gedung gereja yang layak dan luas dapat membantu umat untuk bisa beribadah dengan tenang.

Pembangunan gedung gereja yang di laksanakan sejak 2010 hingga 2018 ini pembiayaannya kurang lebih 90 persen bersumber dari donasi Pastor Lambertus Somar, MSC.

Bupati Petrus Fatlolon saat menandatangani prasasti peresmian gereja  Lorwembun
Selanjutnya 10 persen sisa anggaran bersumber dari Pemda MTB, Keuskupan Amboina,  Pemerintah desa, dan umat serta warga masyarakat desa Awear maupun di luar desa.

Sementara, Ketua panitia pemberkat gedung gereja Santo Yoseph Lorwembun, Yulius Sumanik dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan gereja beserta fasilitas pendukung di biayai oleh umat  stasi Santo Yoseph Lorwembun melalui kolekte atau derma.

Kemudian, penjualan hasil laut dan hutan, Iuran wajib dan sumbangan sukarela dari anak-anak desa Lorwembun.

Uskup Mandagi pada kesempatan itu, menyampaikan proficiat bagi umatnya yang selalu bersatu dan tekun dalam menyelesaikan pembangunan gereja yang begitu megah.

Ia juga menyarankan bagi umat untuk senantiasa merawat dan menjaga gereja .

"Gereja merupakan sarana untuk kita bisa dekat dengan Tuhan. Saya berharap kepulauan Tanimbar harus menjadi destinasi wisata rohani melalui gereja-gereja kita," tukasnya.

Bupati Petrus Fatlolon dalam sambutannya menekankan pula bahwa gereja akan menjadi Icon karena sudah bisa menampilkan budaya Tanimbar, dan akan di promosikan.

"Saya akan meminta bukan saja di gereja katolik tetapi juga di gereja gereja Protestan agar motif Tanimbar harus ada. Ini di maksudkan untuk memelihara budaya, motif Tanimbar harus terus kita lestarikan dan jangan sampai punah," tandasnya.

(dp-45)
Share it:

Berita Pilihan Redaksi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi