UPBU Mathilda Batlayeri dan ATKP gelar Diklat BAS

Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mathilda Batlayeri, Saumlaki bersama Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Basic Aviation Security bagi 20 orang peserta yang adalah pegawai honor bandara.
Share it:
Penyematan tanda pengenal oleh Kepala UPBU Mathilda kepada peserta
Saumlaki, Dharapos.com 
Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mathilda Batlayeri, Saumlaki bersama Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Basic Aviation Security (BAS) bagi 20 orang peserta yang adalah pegawai honor bandara.

“Kami memperoleh dana program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kinerja rekan rekan ini melalui program Diklat Aviation security,” kata Chairul Humam, Kepala Kantor UPBU Mathilda Batlayeri.

Pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada kebutuhan pihak UPBU Mathilda dan bandara lain di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) maupun Maluku Barat Daya (MBD), dimana pihak bandara Mathilda telah bersurat ke ATKP Makassar beberapa waktu lalu dan meminta agar pihak ATKP menggelar diklat di UPBU Mathilda Batlayeri.

“Kita sangat membutuhkan tenaga-tenaga yang memiliki lisensi basic aviation security,” sambungnya.

Peserta Diklat Basic Aviation Security
20 orang peserta itu terdiri dari 14 orang perserta dari UPBU Mathilda Batlayeri, Saumlaki, 2 orang peserta dari UPBU Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, dan 4 orang peserta dari UPBU Moa, MBD.

Sesuai rencana, kegiatan yang dibuka tanggal 6 Juli itu akan berakhir pada 27 Juli mendatang dengan beberapa agenda yakni para peserta mengikuti materi bimbingan fisik dan mental dengan instrukturnya adalah personil Kodim 1507/Saumlaki.

Bimbingan fisik dan mental itu bertujuan untuk melatih peserta agar mereka yang sudah memiliki lisensi ini bisa memiliki disiplin yang baik, kinerja yang baik, dan adanya kekompakan dalam dunia kerja.

Setelah itu, selain persiapan pemberkasan untuk mengikuti ujian, peserta juga dilibatkan dalam pendidikan di kelas sejak tanggal 9 - 27 Juli 2018, serta mengikuti job training di bandara Mathilda Batlayeri.

Foto bersama seusai acara pembukaan
“Mereka melaksanakan tugas dan dikawal oleh instruktur, sementara dalam ujian nanti peserta akan diawasi langsung oleh tim dari Direktorat Keamanan Penerbangan dimana tim akan melakukan ujian secara online,” sambungnya.

Lisensi peserta nantinya akan disimpan oleh pihak bandara berdasarkan surat pernyataan yang ditanda-tangani oleh peserta, dan selama tiga tahun, peserta yang bersangkutan tidak bisa meninggalkan tugasnya.

Jika yang bersangkutan mengundurkan diri atau diberhentikan maka tetap disimpan oleh pihak bandara.

Humam berharap, semua peserta bisa lulus sehingga mereka bisa memiliki lisensi basic aviation security sebagaimana yang dibutuhkan.

(dp-18)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi