KUPP Saumlaki Antisipasi Teroris dan Pengedar Narkoba

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Saumlaki, Ferra J. Alfaris, ST, M.Si menyatakan dalam rangka mendukung kelancaran angkutan Lebaran tahun 2018, Kementrian Perhubungan telah mempersiapkan beberapa langkah antisipasi.
Share it:
Pelabuhan Laut Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat
Saumlaki, Dharapos.com
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP)  Kelas II Saumlaki, Ferra J.  Alfaris, ST, M.Si menyatakan dalam rangka mendukung kelancaran angkutan Lebaran tahun 2018, Kementrian Perhubungan telah mempersiapkan beberapa langkah antisipasi.

Diantaranya, optimalisasi koordinasi antar instansi terkait, melalui pembentukan posko terpadu Lebaran 2018 untuk melakukan pemantauan kondisi transportasi dan pengamanan selama kurun waktu hampir sebulan lamanya.

Di wilayah kerjanya, KUPP Saumlaki menetapkan dua lokasi sebagai lokus kerja Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran 1439 H /2018 yakni di Kota Saumlaki, ibu kota kecamatan Tanimbar Selatan, sekaligus ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan di kota Larat, kecamatan Tanimbar Utara.

“Selain untuk memantau kondisi transportasi, kita lebih menitikberatkan pada pengamanan terhadap para teroris yang hendak menyusup masuk ke wilayah ini, dan juga memperketat penjagaan terhadap peredaran narkoba,” kata Ferra di Saumlaki, Senin (4/6/2018).

Ia menyebutkan bahwa Kabupaten MTB termasuk wilayah terluar dan Saumlaki sebagai pintu masuk utama, dengan begitu pengamanan akan diperketat di wilayah pelabuhan laut setempat.

Meskipun Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran 1439 H /2018 yang terdiri dari unsur KUPP, 
Kepolisian, Basarnas, Navigasi dan PT.Pelni telah dibentuk namun pihaknya telah meminta tambahan pengamanan dari KP3 dan Kodim 1507/Saumlaki guna mengamankan wilayah pelabuhan laut Saumlaki.

“Saya juga minta tambahan pengamanan dari KP3 dan Kodim 1507/Saumlaki untuk jaga di pintu depan terminal penumpang guna mengantisipasi. Untuk sementara tambahan pengamanan ini hanya di Saumlaki sementara di Larat belum. Ini karena Saumlaki merupakan pintu masuk utama,” sambung Ferra.

Dia menambahkan, tim Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran 1439 H /2018 akan beroperasi selama 24 jam, dimana akan ada dua regu yang saling berganti.

"Kerja mereka mulai dari H-15 sampai dengan H+15 atau terhitung sejak tanggal 4 Juni hingga 1 Juli 2018," tukasnya.


(dp-18)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi