Kanpel Saumlaki : 17 Kapal Layani Angkutan Lebaran 2018

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Saumlaki, Ferra J. Alfaris, ST, M.Si menyatakan Pemerintah telah menetapkan izin dan rute 17 kapal perintis maupun kapal milik PT. Pelni yang menyinggahi pelabuhan Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) untuk trayek 2018.
Share it:
Kepala Kantor UPP Kelas II Saumlaki, Ferra J.  Alfaris, ST, M.Si
Saumlaki, Dharapos.com
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Saumlaki, Ferra J.  Alfaris, ST, M.Si menyatakan Pemerintah telah menetapkan izin dan rute 17 kapal perintis maupun kapal milik PT. Pelni yang menyinggahi pelabuhan Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) untuk trayek 2018.

“Rinciannya, 17 rute tersebut dilayani 15 kapal penumpang perintis dan 2 kapal milik PT. Pelni,” rincinya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, usai pelaksanaan Apel Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran 1439 H /2018, Senin (4/6/2018).

15 kapal perintis tersebut yakni 8 kapal dengan pangkalan Saumlaki seperti Sabuk Nusantara-34, Wetar, Shinpo 16, Lintas Bahari Indonesia, MA.no 2, Irama, Mitra Bersama dan Sabuk Nusantara- 41.

Kemudian, 4 kapal perintis pangkalan Tual seperti Inti Glory, Populair, Asia Permai, dan Cahaya Manggala.

Selain itu dua kapal perintis pangkalan Ambon seperti Lintas Timur, Sabuk Nusantara-48, serta dua kapal perintis pangkalan Kupang yakni Sabuk Nusantara-49 dan Asia Persada.

PT. Pelni sendiri menurut Ferra hanya menyediakan dua armada yakni KM.Pangrango dan KM.Sirimau, karena KM. Leuser digunakan untuk melayani di wilayah Sulawesi.

“Nah, 17 kapal ini kita siagakan untuk melayani arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini. Kita mulai maksimalkan dan dipantau oleh posko terpadu mulai dari 4 Juni hingga tanggal 1 Juli 2018,” terangnya.

Meskipun 17 kapal tersebut disiagakan untuk melayani arus mudik dan arus balik penumpang namun pihaknya tetap menggunakan sistem pelayanan buka tutup.

Yaitu, pihaknya akan mengizinkan kapal untuk berlayar jika cuaca membaik dan sebaliknya menunda pelayaran jika ada larangan melaut oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat.

“Soal keberangkatan kapal-kapal ini tergantung informasi cuaca dari BMKG karena akhir-akhri ini kondisi laut tidak bersahabat akibat cuaca buruk yang melanda wilayah MTB sehingga ada sejumlah kapal yang tidak dapat diberangkatkan sesuai jadwalnya,” sambung Ferra.

Dia menambahkan, kondisi ini diprediksi masih akan terus terjadi hingga saat arus balik Lebaran nanti.

Menyinggung soal puncak lonjakan penumpang, Ferra menyebutkan bahwa diprediksi akan terjadi pada H-3 dengan kisaran 2,27 persen.

(dp-18)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi