Pemprov Maluku raih "1st Runner Up Smart Economy"

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku meraih penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2018.
Share it:
Penghargaan ISNA 2018 kategori "1st Runner Up Smart Economy" 
Ambon, Dharapos.com
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku meraih penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2018.

Tepatnya, ISNA 2018 kategori "1st Runner Up Smart Economy" yang diserahkan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya dan diterima Pemerintah Provinsi Maluku diwakili Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat, Antonius Sihaloho.

Dikutip dari siaran pers Humas Pemprov Maluku, penyerahannya telah berlangsung di Nusantara Hall, ICE-BSD, Tangerang Selatan, Kamis (3/5/2018).

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Pemprov Maluku pada Pembukaan Musyawarah Perencanaan Nasional (Musrenbang) masuk dalam 14 besar peraih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) dari Kementerian PPN/Bappenas RI.  

Sihaloho mengatakan, ISNA diselenggarakan sebagai wujud semangat mengampanyekan praktek pintar (smart) dalam pelaksanaan proses pembangunan di Indonesia, khususnya di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

"Hal itu dimulai dari sisi tata kelola, dampak pembangunan ekonomi, citra daerah, masyarakat yang cerdas, kelayakan hidup dan pengelolaan aspek lingkungan hidup yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah di Indonesia," urainya, Rabu (8/5/2018).

2018 ini, lanjut Sihaloho, adalah tahun ketiga ISNA diselenggarakan dengan semangat mengampanyekan praktek pintar (smart), dalam pelaksanaan proses pembangunan di Indonesia, yang dimotori oleh Citiasia Inc.

"Ini merupakan tahun ketiga diselenggarakannya ISNA, dan Provinsi Maluku meraih Runner Up untuk kategori Smart Province," lanjutnya.

Dalam proses penilaian indeks ini, ISNA 2018 diukur dengan menggunakan berbagai parameter pengukuran yang berasal dari data capaian pembangunan kota/kabupaten dan provinsi di Indonesia sejak 2014 sampai 2017.

Untuk Provinsi Maluku sendiri, yang menjadikan daerah kepulauan ini meraih 1st Runner Up Smart Economy didasarkan pada beberapa parameter, yaitu tingkat partisipasi angkatan kerja, PDRB per kapita, jumlah pengangguran, pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi, pertumbuhan investasi dan penyaluran kredit.

"Ini 7 kriteria yang menjadi penilaian," terang Sihaloho.

Berkaitan 7 kriteria tersebut, lanjut dia, untuk capaian PDRB per kapita trennya meningkat dari 2014 sebesar 19,09 juta rupiah menjadi 22,85 juta rupiah di tahun 2017.

"Jumlah pengangguran untuk tahun 2016 mengalami penurunan 7,05 persen dibandingkan tahun 2015 9,93 persen,’’ terangnya.

Sedangkan capaian pertumbuhan ekonomi Maluku, pencapaiannya masih di atas pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2017 sebesar 5,81 persen.

"Angka ini lebih meningkat dari tahun 2016 sebesar 5,76 persen," paparnya.

Serta sejumlah pencapaian lainnya seperti realisasi investasi dan penyaluran kredit usaha kecil menengah (UMKM) yang terus mengalami peningkatan.

(dp-19)
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi