Pemerintah diminta permudah izin penerbangan Darwin-Saumlaki

Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) diharapkan untuk membantu mempermudah proses pengurusan izin penerbangan dari Darwin, Australia ke Saumlaki melalui Kementrian terkait.
Share it:
Ketua Panitia Pelaksana Lomba Perahu Layar Darwin - Saumlaki Tahun 2018, Lucille Panting
Saumlaki, Dharapos.com
Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) diharapkan untuk membantu mempermudah proses pengurusan izin penerbangan dari Darwin, Australia ke Saumlaki melalui Kementrian terkait.

Demikian pernyataan Ketua Panitia Pelaksana Lomba Perahu Layar dari Darwin  Australia menuju Saumlaki, Kabupaten MTB Tahun 2018 atau Darwin to Saumlaki Yacht Race and rally 2018, Lucille Panting, Kamis (17/5/2018).

Ia mengaku telah bertemu dengan Wakil Bupati MTB, Agustinus Utuwaly dan telah mengajukan permintaan ini.

Lucille menyatakan bahwa panitia sail Darwin-Saumlaki membutuhkan penerbangan dari Darwin menuju Saumlaki untuk menjemput peserta atau para yachter saat hendak kembali dari Saumlaki menuju Darwin Australia.

“Ini kendala yang kami hadapi karena status bandara Mathilda Batlayeri Saumlaki saat ini belum merupakan bandara internasional sehingga kami butuh dukungan Pemerintah MTB untuk membantu menyurati kementrian terkait,” sambungnya.

Lucille menjelaskan bahwa penerbangan Saumlaki menuju Darwin akan sangat mempermudah para yachter karena mereka akan pulang dengan cepat, murah dan dengan mudah, ketimbang harus melalui penerbangan dari Kupang menuju Darwin dengan biaya yang sangat mahal.

Penerbangan dari Saumlaki menuju Darwin yang diusulkan akan menggunakan salah satu maskapai dari Australia yang berkapasitas 18 seat.

Selanjutnya, penerbangan dari Saumlaki menuju Darwin hanya ditempuh selama 45 menit.

“Rencana berangkat dari Darwin Autralia tanggal 30 Juni 2018 dan tiba di Saumlaki tanggal 2 Juli 2018. Diperkirakan akan ada 12 hingga 15 perahu layar yang datang,  atau ada sekitar 50 peserta, dan ini meningkat dari tahun kemarin yang hanya 4 perahu,” bebernya.

Para yachter menurut Lucille, akan lebih banyak berdatangan di tahun ini karena tertarik dengan daya tarik wisata alam di MTB yang sangat indah dan masih alami untuk dikunjungi.

Selain itu, mereka puas dengan penerimaan masyarakat yang ramah, pelayanan masyarakat dan pemerintah terbilang baik serta jarak tempuh yang mudah dijangkau.

Dia menjelaskan pula bahwa waktu kegiatan di tahun ini berbeda dengan tahun kemarin karena pada Juni hingga Juli, situasi cuaca yang sangat mendukung, yakni angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 25 knot atau 45 kilo meter per jam.

(dp-18)
Share it:

Berita Pilihan Redaksi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi