Media diharapkan dukung program BKKBN di Maluku

Keberadaan media di Maluku khususnya di Kota Ambon sangatlah penting dalam memublikasikan berbagai informasi kepada masyarakat yang salah satunya berkaitan dengan program Pemerintah di daerah ini.
Share it:
Logo BKKBN
Ambon, Dharapos.com
Keberadaan media di Maluku khususnya di Kota Ambon sangatlah penting dalam memublikasikan berbagai informasi kepada masyarakat yang salah satunya berkaitan dengan program Pemerintah di daerah ini.

Mengingat dukungan media menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan program hingga
pencapaian keberhasilan yang dirasakan masyarakat.

Dukungan itulah yang kini menjadi harapan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Maluku.

Mengingat, pemberitaan atau publikasi media terhadap berbagai program yang dilaksanakan oleh badan yang mengurusi pengendalian penduduk ini dirasakan sangat kurang.

Sekretaris BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku, Dra. Renta Rego mengakui hal itu.

"Sudah berapa bulan ini di koran itu tidak muncul berita tentang program KB," akuinya, di kantor BKKBN, Senin (14/5/2018),

Bagi BKKBN, lanjut Ny. Renta, media memiliki peran yang sangat penting.

"Dan memang kita sangat membutuhkan wartawan atau pers baik cetak maupun online untuk mengampanyekan program-program kita ke depan supaya jangan hilang," sambungnya.

Meski diakui Ny. Renta pula, pihaknya juga terkadang lalai untuk menginformasikan  ke media berkaitan dengan berbagai agenda yang dilaksanakan.

"Kita juga akui itu. Tapi intinya kita sangat mengharapkan dukungan media dalam menginformasikan berbagai program BKKBN agar diketahui publik," cetusnya.

Lebih lanjut, urai Ny. Renta, ada 2 program besar yang saat ini sedang digalakkan BKKBN yaitu program Kampung KB dan Stunting (orang kerdil).

"Untuk, program kampung KB di Provinsi Maluku khususnya di seluruh kecamatan telah di laksanakan program tersebut," urainya.

Kampung KB merupakan salah satu kegiatan prioritas sesuai dengan Instruksi Presiden RI, terutama sebagai bentuk investasi program KB yang manfaatnya dapat secara langsung diterima oleh masyarakat.

Seain itu, dilakukan langkah koordinasi lintas sektor, terutama dalam integrasi kegiatan yang akan dilaksanakan di Kampung KB.

Mengingat, Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas Program KKBPK secara utuh di lini lapangan.

Adapun sasaran program yaitu kependudukan, KB dan kesehatan reproduksi,  pembinaan ketahanan keluarga, pemberdayaan keluarga dan advokasi, KIE serta penggerakan. Dengan saran wilayah masing-masing kecamatan, desa/kelurahan, RW dan RT.

Selanjutnya, Ny. Renta memaparkan tentang Stunting yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat daru kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

"Kondisi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir namun baru nampak setelah anak usai 2 tahun," paparnya.

Guna mengatasi itu, BKKBN menerapkan 3 komponen penggulangan Stunting masing-masing pola asuh, pola makan dan sanitasi.

Adapun tugas BKKBN yang berkaitan dengan upaya penurunan stunting yaitu penguatan program Pembangunan Keluarga melalui Program BKB yaitu kegiatan penyuluhan bagi orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam mengasuh dan membina tumbuh kembang anak.

"Yaitu melalui kegiatan stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial dan moral dalam rangka mempersiapkan generasi emas," tandasnya.

Untuk Provinsi Maluku, sesuai data di BKKBN terdapat dua kabupaten masing-masing Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat yang banyak ditemukan penderita Stunting.

"Salah satu contoh ada sebuah desa di wilayah Kecamatan Seram Kobi Utara, yang terpantau banyak terdapat penderita Stunting. Hanya saja untuk menjangkau desa tersebut dibutuhkan waktu tempuh selama tiga hari untuk menjangkau desa tersebut," sambungnya.

Olehnya itu, BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku akan terus berupaya semaksimal mungkin melalui berbagai program yang ada guna mengatasi kondisi Stunting itu.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan berbagai lintas sektor agar program ini bisa berjalan maksimal," tukasnya.

(dp-16) 
Share it:

Berita Pilihan Redaksi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi