Pemkab MTB - Unpatti Teken MoU di Sejumlah Bidang

Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon bersepakat menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait peningkatan Sumber Daya Manusia di sejumlah bidang.
Share it:
Penandatanganan MoU antara Bupati Petrus Fatlolon dan Rektor Unpatti  M. J. Saptenno
dilaksanakan di ruang rapat Bupati setempat, Kamis (9/11) 
Saumlaki, Dharapos.com 
Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon bersepakat menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait peningkatan Sumber Daya Manusia di sejumlah bidang.


Penandatanganan MoU antara Bupati Petrus Fatlolon dan Rektor Unpatti  M. J. Saptenno tersebut dilaksanakan di ruang rapat Bupati setempat, Kamis (9/11) dan dihadiri oleh Wakil Bupati, Agustinus Utuwaly, Sekretaris Daerah, Piterson Rangkoratat dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 

Sementara Rektor Unpatti memboyong sejumlah Dekan dan staf.

“Kita menandatangani kerja sama untuk beberapa program baik itu di bidang pendidikan maupun penelitian dan bidang lainnya,” ungkap Bupati.

Dia menyebutkan sejumlah bidang tersebut seperti penyediaan tenaga dokter melalui Fakultas Kedokteran Unpatti untuk saatnya kembali mengabdi di seluruh Puskesmas dan Pustu di wilayah MTB. 

Kemudian, program Strata dua (S2) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon 2 dan 3 dari masing-masing SKPD yang dianggap cakap, berprestasi dan memenuhi syarat lainnya.

Bupati Petrus Fatlolon dan Rektor Unpatti  M. J. Saptenno seusai Penandatanganan MoU 
“MoU ini kita tanda tangani dan akan kita tindak lanjuti dengan program yang dimulai dari tahun anggaran 2018 dan seterusnya. Kita akan biayai dari APBD jadi tidak perlu kuliah jauh-jauh di luar Maluku karena Unpatti memiliki 47 profesor sehingga tidak kalah dengan perguruan tinggi lain di Indonesia,” tandasnya.

Soal perekrutan calon mahasiswa kedokteran, Pemkab MTB akan melakukan seleksi dari setiap lulusan SMA/SMK dimana proses seleksinya akan dilakukan semenjak para siswa maupun siswi masih berada di bangku kelas 11 SMA/SMK. 

Hal tersebut dilakukan sejak dini untuk mempersiapkan calon mahasiswa sebelum saatnya dibiayai oleh Pemkab dalam rangka melanjutkan studinya.

“Sementara di bidang penelitian, kerja samanya akan diprioritaskan pada lingkungan hidup yakni dibutuhkan kajian yang komprehensif oleh Unpatti terkait keberadaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) di Pulau Yamdena” lanjut Bupati.

Di bidang perikanan dan pertanian akan dilakukan kerja sama di berbagai bidang untuk memperlancar program-program Pemkab seperti program budi daya rumput laut,  kerapu dan sebagainya.

Suasana pertemuan bersama Pemkab MTB dan pihak Unpatti Ambon 
Bupati menyatakan pula bahwa kerjasama tersebut akan menguntungkan daerah MTB dari berbagai aspek seperti biaya yang timbul akibat kerjasama tersebut.

Rektor Unpatti, M.J.Saptenno di kesempatan itu menyatakan bahwa potensi SDA dan SDM di MTB terbilang banyak namun membutuhkan sentuhan perguruan tinggi untuk mengembangkan potensi-potensi itu sehingga ke depan dapat bermanfaat bagi Pemerintah dalam pengambilan keputusan.

“Sebab tanpa data dan informasi yang akurat, saya yakin pengambilan keputusan juga kurang tepat. Oleh karena itu nanti akan ada dua staf kami yang akan menyampaikan implementasi dari MoU hari ini kepada Pemkab MTB” terangnya.

Saptenno menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan gambaran tentang potret pendidikan MTB serta sejumlah persoalan sosial yang akan dipresentasikan kepada Pemkab untuk menjadi perhatian serius sekaligus mengantisipasi beroperasinya Blok Masela di waktu mendatang.

Ditambahkan pula, hingga saat ini Unpatti telah melakukan empat kali MoU dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota di Provinsi Maluku termasuk di Provinsi Maluku Utara.

“Dalam rangka pelaksanaan program-program, diharapkan kita akan melihat persoalan yang urgen dan akan melihat masalahnya sampai pada pemasaran dimana kita harus mulai dengan mengajak hingga mengarahkan mereka tentang bagaimana produk itu bisa menjadi bahan yang bernilai ekonomis karena itu sasaran kita dari pengabdian kepada masyarakat,” tukasya.

(dp-18)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Maluku Tenggara Barat

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi