Batas Akhir Laporan Penggunaan Dana Prospek 22 Desember

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Provinsi Papua, Donatus Motte mengatakan kepada seluruh tenaga pendamping Prospek agar segera memasukan laporan penggunaan Dana Prospek, mengingat tanggal penyerahan laporan akan berakhir pada 22 Desember 2014 mendatang.
Share it:
Donatus Motte
Papua, Dharapos.com
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Provinsi Papua, Donatus Motte mengatakan kepada seluruh tenaga pendamping Prospek agar segera memasukan laporan penggunaan Dana Prospek, mengingat tanggal penyerahan laporan akan berakhir pada 22 Desember 2014 mendatang.

Ditegaskan, jika hingga waktu yang ditentukan laporan penggunaan dana prospek yang diminta belum juga diterima, maka pendamping yang bersangkutan akan dikenakan sangsi.

“Laporan sudah harus masuk tanggal 22 Desember, ancaman sangsi kepada pendamping nantinya
pendamping akan dianggap tidak mampu, dan itu nanti akan ada penundaan gaji, dan jika dia dianggap betul-betul tidak mampu baru kita akan PHK mereka,” kata Motte kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua, Rabu (10/12).

Lebih lanjut, menurutnya, Pemprov Papua sudah mengirimkan seluruh dana prospek tersebut ke rekening Kabupaten/Kota dan dapat segera disebarkan ke seluruh rekening kampung agar segera digunakan untuk membiayai program kerja yang telah direncanakan sebelumnya.

“Tanggal 4 Desember kemarin Pemprov telah kirim dana ke rekening Pemerintah Kabupaten/Kota semuanya, sudah saya perintahkan semua untuk dana direalisasi minimal masuk ke rekening masyarakat sehingga bisa membiayai kegiatan disana,” terang Motte.

Dia juga mengatakan jika ada kegiatan yang belum diselesaikan hingga akhir tahun 2014, maka kegiatan tersebut bisa dilanjutkan pada bulan berikutnya.

“Jadi dana ini masuk ke rekening kampung, kemudian nanti kalau ada kegiatan yang belum mereka selesaikan berarti bisa dilaksanakan pada Januari 2015 dan dibayarkan kepada mereka yang bekerja,” terangnya.

Motte juga yakin jika seluruh kampung di Provinsi Papua sudah bisa membuat perencanaan sesuai peruntukannya yang ditentukan dalam Prospek.

“Kalau dulu awal-awal program Respek ada masih ada kampung yang belum bisa menerapkannya, tapi kalau sekarang semua sudah bisa, semua kampung berterima kasih kepada Pemerintah dan telah bisa merencanakannya dengan baik, hanya kadang-kadang droping dana sedikit terlambat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, di tahun 2014 total anggaran Prospek sebesar Rp. 515. 596.975.000, dan akan dibagikan untuk 3935 kampung yang tersebar di 473 distrik, dan 82 kelurahan, dengan jumlah  tenaga pendamping 1.584 orang.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

PAPUA

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

terima kasih telah memberikan komentar

Berita Pilihan Redaksi